Di tengah gempuran informasi visual yang begitu masif, kita seringkali tidak menyadari betapa kuatnya peran Media Massa dalam membentuk persepsi kita mengenai apa yang dianggap indah dan ideal. Setiap hari kita disuguhi citra tubuh yang sempurna, kulit yang tanpa cela, dan gaya hidup mewah yang seringkali jauh dari kenyataan kehidupan orang pada umumnya. Hal ini perlahan-lahan membangun tekanan psikologis bagi banyak orang untuk mengikuti standar yang terkadang tidak masuk akal demi mendapatkan pengakuan sosial di lingkungan mereka.
Paparan yang terus-menerus dari Media Massa mengenai kecantikan fisik seringkali berdampak pada tingkat kepercayaan diri generasi muda yang sedang mencari jati diri mereka. Mereka cenderung membandingkan diri mereka dengan foto-foto yang sudah melalui proses penyuntingan digital sehingga terlihat sempurna tanpa cela sedikit pun. Akibatnya, banyak yang rela melakukan berbagai cara instan, terkadang hingga membahayakan kesehatan, hanya demi mengejar bayang-bayang ideal yang ditampilkan di layar smartphone atau televisi.
Selain itu, dominasi Media Massa dalam menentukan tren kecantikan juga seringkali kurang menghargai keragaman fisik dan warna kulit yang sebenarnya menjadi kekayaan alami manusia di berbagai belahan dunia. Standar yang seragam membuat banyak orang merasa terpinggirkan hanya karena mereka tidak memiliki fitur wajah atau bentuk tubuh tertentu yang sedang populer di media saat itu. Kita perlu menyuarakan kampanye self-love dan keberagaman agar setiap individu merasa bangga dengan keunikan yang mereka bawa sejak lahir tanpa rasa was-was.
Ke depannya, kita berharap agar pengelola Media Massa memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar dalam menampilkan konten yang lebih inklusif dan representatif bagi semua kalangan masyarakat. Menampilkan model dengan berbagai ukuran tubuh, latar belakang etnis, dan kondisi fisik yang beragam akan membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih positif dan menghargai keberadaan manusia apa adanya. Perubahan narasi ini sangat penting untuk menyelamatkan kesehatan mental generasi mendatang agar mereka tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat berdasarkan prestasi dan kepribadian, bukan hanya sekedar tampilan fisik luar semata.
