Tim gabungan di bawah koordinasi Basarnas terus memacu operasi evakuasi korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Tragedi ambruknya musala tiga lantai ini telah menyebabkan puluhan korban jiwa, meninggalkan duka mendalam. Basarnas bekerja tanpa henti, menghadapi tantangan berat dari puing-puing beton yang masif, demi menemukan semua korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Fokus utama operasi yang dipimpin Basarnas adalah pembersihan area runtuhan yang dicurigai terdapat korban. Alat berat seperti ekskavator digunakan dengan sangat hati-hati untuk mengangkat puing. Namun, sebagian besar proses evakuasi dilakukan secara manual oleh tim penyelamat. Kehati-hatian adalah prioritas untuk menghindari runtuhan susulan yang dapat membahayakan petugas dan korban.
Kepala Basarnas menyatakan bahwa setiap detik sangat berharga. Meskipun fase “golden time” telah berlalu, tim SAR tidak menyerah, terus mencari tanda-tanda kehidupan di antara sela-sela reruntuhan. Semangat pantang menyerah para petugas di lapangan mendapat apresiasi tinggi dari keluarga korban dan masyarakat luas.
Bantuan datang dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan. Kerja sama tim yang solid ini memastikan operasi evakuasi berjalan efektif. Basarnas bertindak sebagai koordinator utama, mengatur pembagian sektor pencarian dan alur evakuasi medis bagi korban yang ditemukan selamat dan segera dievakuasi.
Salah satu kesulitan yang dihadapi tim Basarnas adalah struktur bangunan yang ambruk total menyerupai (pancake collapse). Lapisan demi lapisan beton bertumpuk, membuat akses masuk sangat sulit dan berbahaya. Teknik penyelamatan spesialis dari Basarnas dikerahkan untuk menembus rongga-rongga kecil yang berpotensi menjadi ruang bertahan hidup bagi para santri yang terperangkap di dalam reruntuhan.
Basarnas juga bekerja sama erat dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) dari kepolisian. Setiap jenazah korban yang berhasil dievakuasi segera diidentifikasi. Proses ini penting untuk memberikan kejelasan dan ketenangan bagi keluarga yang cemas menanti kabar anggota keluarga mereka yang hingga kini masih belum ditemukan di lokasi reruntuhan tersebut.
Lokasi posko darurat dan media center juga diatur oleh Basarnas untuk memfasilitasi komunikasi yang terpusat dan akurat. Transparansi informasi menjadi kunci untuk menjaga harapan dan memastikan masyarakat mendapatkan kabar terbaru mengenai perkembangan evakuasi. Basarnas berkomitmen untuk terus beroperasi hingga semua korban yang terjebak di reruntuhan dapat ditemukan dan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Tragedi ini merupakan duka mendalam bagi Sidoarjo dan seluruh bangsa. Kecepatan dan ketepatan tindakan Basarnas dalam evakuasi reruntuhan ini adalah bukti profesionalisme. Semoga upaya tak kenal lelah segera membuahkan hasil, dan semua korban dapat segera ditemukan, membawa sedikit penutup duka mendalam bagi keluarga yang menanti dengan penuh harap.
